Tiga Tersangka Dihadiahi Timah Panas, Racuni Sopir Pikap Dengan Biji Jarak

LiputanJembrana.com, Jembrana- Qoidul Umam (24) asal Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Abdul Arif (43) asal Desa Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya Jawa Timur dan Andik Saputra (41) asal Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dihadiahi timah panas polisi. Tiga tersangka mencampur sangrai biji jarak ke dalam sebuah kopi, yang membuat korban tak sadarkan diri. Setelah korban tak sadar, tiga tersangka juga melarikan mobil dan membuang korban ke selokan di daerah Persil Melaya, Jembrana.

Kabagops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Sinaryasa mengatakan, tiga tersangka yang berhasil ditangkap setelah aksi pencurian mobil dengan cara mencapur sangraian biji jarak ke dalam minuman. Mereka mencuri sebuah mobil pengangkut barang atau pikap milik, Zainur Rizal (23) asal Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumber Asih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Korban merupakan sopir untuk pengangkut barang. Dihubungi oleh para pelaku untuk mengangkut barang. Dalam aksinya mereka mencapur biji jarak dan ketika korban tak sadarkan diri, kemudian dibuang oleh para tersangka. Mobil dilarikan ke Jawa," ucap Sinar, Sabtu (2/5/2020) di Mapolres Jembrana.

Sinar menjelaskan, aksi pencurian dengan modus membuat korban tidak sadar atau diracun itu terjadi, pada Jumat (24/4/2020) lalu sekira pukul 18.00 Wita bertempat di warung bakso Dian, di Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Tersangka berpura-pura menyewa satu unit kendaraan jenis Daihatsu Gran Max Pick Up warna Hitam dengan NoPol DK 8784 DC beserta sopirnya atau korban itu sendiri. Korban mengambil barang dari Melaya menuju Denpasar dan setelah sampai di Melaya, tersangka menawari korban makan dan memberikan minuman kopi. Kopi sendiri, sebelumnya telah dicampur ramuan racun berupa buah jarak, yang telah disangrai dan ditumbuk dengan halus.
"Korban yang tidak sadarkan diri kemudian dibuang di selokan di daerah Persil Melaya. Kemudian untuk mobil dilarikan dan dijual di Jember," katanya. (Gede Wijaya). 


TAGS :

Komentar