Satu PMI Jembrana Positif Sars Cov-2

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha, saat menggelar siaran pers.

Beberapa hari lalu, petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana melakukan rapid tes di salah satu hotel tempat karantina PMI (Pekerja Migran Indonesia) Jembrana. Dari rapid tes tersebut, didapati salah satu PMI reaktif Covid-19 atau Sars Cov-2. PMI itu kemudian di rujuk ke RSU Negara untuk dilakukan perawatan dan isolasi. Dari hasil swab tes yang keluar Selasa (4/5) kemarin akhirnya diketahui positif mengidap virus asal Wuhan China tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha menyatakan, salah satu PMI diketahui positif covid 19. Dan sejauh ini jumlah pasien positif di Jembrana bertambah menjadi 12 orang. Delapan di antaranya sudah sembuh dan dipulangkan. Sedangkan empat masih dirawat dengan penambahan terakhir seorang PMI. Satu diantara empat pasien positif masih menjalani perawatan di RS PTN Unud Denpasar. 
"Untuk pasien positif ada penambahan satu pasien setelah dilakukan tes PCR," ucapnya Selasa (5/5) kemarin.

Arisantha menjelaskan, sejauh ini, untuk ODP Covid 19 total ada 182 orang, yang sudah isolasi mandiri 147 orang dan masih menjalani isolasi sebanyak 35 orang. Sedangkan untuk PDP ada sekitar 29 orang. Untuk PDP yang sudah total sembuh ada sebanyak 12 orang. Sedangkan 17 masih dirawat. Jumlah PDP ini juga termasuk pasien positif yang dirawat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana. Sedangkan untuk total jumlah PMI ada sebanyak 183 orang, ditempatkan di beberapa hotel. Dan yang sudah selesai karantina 122 PMI. Dan dalam keadaan sehat dengan rapid tes negatif. Atau dua kali berturut-turut rapid tes menjukkan hasil negatif. "Yang dilakukan rapid tes satu orang reaktif kemarin, dan swab serta PCR positif covid (sudah dirawat di RSU Negara). Sedangkan PMI yang masih karantina 60 orang," jelasnya. 

Untuk pasien positif covid 19, sambungnya, yang masih dirawat tiga orang. Satu orang sudah dilakukan swab tes sembilan kali. Sudah hampir empat kali negatif, tapi kemudian menunjukkan hasil positif. Sehingga masih dilakukan tes hingga sebanyak sembilan kali.
"Pasien positif ini sebenarnya sudah menunjukkan hasil negatif. Tapi memang prosedurnya harus berturut-turut dua kali negatif. Tapi ketika sudah negatif yang kedua positif. Yang menyebabkan mungkin imun tubuh seseorang," paparnya.

Sementara untuk tracking PMI yang menjadi rekan pasien positif, Arisantha menambahkan, pihaknya sudah memikirkan jauh sebelum hasil swab keluar. Sehingga, ada beberapa alternatif. Misalnya, saja karena PMI sudah banyak yang pulang maka akan ada isolasi mandiri di rumah dan akan diawasi Satgas Gotong Royong dan surveilance. Hal ini, dikarenakan PMI sudah dua kali dinayatakan negatif rapid tes. Karena ada satu yang positif, maka delapan hari lagi akan dites rapid kembali. Sebab, Anti bodi terbentuk hari ke delapan.
"Nama dan data sudah kmai pegang dan masing-masing desa sudah ada petugas surveilance. Intinya dilakukan rapid tes di hari ke delapan. Kami juga lakukan tracking kepada 49 rekan PMI, tidak sampai ke keluarga pasien positif," bebernya.

Di hari yang sama, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana menggelar rapid tes terhadap 33 orang PMI di Hotel Hapel menjalani rapid tes, Selasa (5/5). 33 orang PMI ini menjalani rapid tes kedua, setelah sebelumnya sudah dites oleh Pemprov Bali beberapa waktu lalu. Dari rapid tes yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, hasil semua PMI dinyatakan negatif. (Gede Wijaya). 


TAGS :

Komentar